Rss Feed
Facebook button
read my story, and learn my life. get the + and leave the -
semir om….
Categories: kisah gw

Alkisah seorang karyawan baru yang masih culun…

Dahulu kala diabad 21 sekitar awal tahun 2008 setelah masehi pada masa pemerintahan Presiden SBY. Ada seorang pemuda yang merupakan karyawan baru di sebuah kantor konsultan kecil yang juga masih baru. Kantor tersebut terletak di daerah cikini, salah satu sudut di pusat kota batavia yang sekarang dikenal dengan nama Jakarta.

Pada suatu hari, tepatnya hari jumat, pemuda ini berjalan dengan langkah tergesa menuju sebuah masjid yang juga merupakan kantor pusat HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Lokasi masjid itu tidak terlalu jauh dengan kantornya. Sebuah masjid yang dahulunya merupakan sebuah gedung kantor yang memiliki desain kolonial. Dari luar orang tidak akan mengira bahwa dilokasi ini terdapat sebuah masjid jika tidak memicingkan mata dan berkonsentrasi membaca sebuah plang tua yang berwarna hijau pudar dan sudah tergerus karat.

Pemuda itu berjalan tergesa karena waktu sudah hampir sampai pada waktu salat jum’at. Kalau tidak cepat, pemuda itu bisa terlambat dan tidak mendapat tempat didalam masjid. Dari jauh sudah terlihat lalu lalang para jamaah salat jum’at merupakan karyawan dari perusahaan-perusahaan lain.

Ada yang unik di masjid ini, diluar gerbang banyak terlihat anak-anak kecil usia sekolah dasar yang berlarian menuju para jemaah yang baru datang. Mereka menawarkan jasa penitipan sepatu yang sekaligus jasa semir sepatu. Kalau ada jemaah yang mau memakai jasa mereka, mereka akan memberi sebuah kartu yang terdapat nomor penitipan. Begitu sampai di dekat rak sepatu, kartu itu cukup ditunjukan, dan si penjaga rak sepatu akan meletakan sepatu di rak dan langsung mencarikan sandal jepit untuk dipakai ke tempat wudhu.

Ketika sang pemuda mendekati gerbang, ada seorang anak kecil yang mendekat. Usianya kira-kira sekitar 7 atau 8 tahun, wajahnya polos. Setetes ingus sempat mengintip dari salah satu lubang  hidungnya yang mungil. Dengan sigap anak itu melakukan teknik tarik nafas dengan cepat. Konon, teknik itu sangat ampuh untuk menghilangkan segala macam cairan yang keluar dari lubang hidung. tidak semua orang bisa melakukannya, tetapi teknik itu bisa dipelajari dalam waktu singkat.

Ketika berhadapan si anak kecil berbicara dengan wajah memelas, “semir om…”. Si pemuda sempat tertegun sebentar, lalu tersenyum ringan. pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya. Dalam hatinya pemuda itu kaget dipanggil dengan sebutan “om”. Apakah dia memang seperti om-om.

“om… semir om…, sekalian titip…” anak itu kembali menawarkan jasanya. Dan itu diulang-ulang berkali-kali dan si pemuda pun menolaknya berkali-kali. Lama-lama si pemuda terlihat kesal dan kemudian menolak dengan kata-kata yang diucapkan dengan muka jelek serius dan sedikit pelototan mata . Anak kecil itupun terlihat ketakutan dan dengan perlahan dia berjalan mundur.

Beberapa hari kemudian, si pemuda itu menceritakan peristiwa tersebut kepada salah seorang temannya. Temannya malah menasehati “ya udah lah terima aja kalo dipanggil om, namanya juga anak-anak” (padahal batinnya berkata lain “emang lo udah tua kaya om-om, nyadar donk!!! ” ).

Si pemuda pun berkata sewot “bukan masalah om-om nya, masalahnya gw pake sandal jepit. Apanya yang mo disemir. Dasar… anak-anak sih anak-anak, tapi….”.

Popularity: 2% [?]

Leave a Reply

_______

Jumlah kunjungan
Provided by michigan web design firm.