aibku, aibmu. aibmu, aibku
ada cerita pada zaman Rasulullah S.A.W. , tapi gw lupa2 inget, kurang lebih gini:
ada seseorang yang datang kepada Rasul, dia mengaku telah berbuat zinah, dan dia minta untuk di hukum rajam, karena dia tahu beratnya hukuman di akherat, jadi dia minta dihukum di bumi aj. Rasul yang mendengar itu lansung bertanya, “mungkin
kamu mimpi, mungkin salah ingat, mungkin kamu tidak sengaja, mungkin kamu tidak sadar, mungkin…” dan semua pertanyaan itu dijawab dengan
“tidak saya benar2 melakukannya” lalu Rasul bertanya lagi, siapa saksinya? karena tidak ada maka dia diam (dalam islam
kalau menentukan kesalahan orang harus ada saksi minimal 3 orang dewasa yang berkal sehat) . lalu nabi menyuruhnya untuk taubatan nasuha.dari cerita ini dapat diambil pelajaran, bahwa kenapa nabi beranya mungkin…, mungkin…, mungkin…?, karena yang di ceritakan orang tersebut adalah aib dan aib itu harus disembunyikan karena hal tersebut memalukan. kemudian kalu aib sendiri aj disuruh di sembunyikan apa lagi aib orang. jangan malah melakukan aib nya berjamaah.
mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan bahasa gw atau cara penyampaian gw, karena gw ini sebenarnya gak bisa nulis, jadi gw keluarian aj apa yang ada di pikiran. klo ada yang mo diskusi atau mo kasih comment silahkan diisi. klo mo secara pribadi, private message aj.
Popularity: 2% [?]
